VISI & MISI

VISI
Terwujudnya Desa Watu Tiri yang Bersih, Sehat, Maju, Damai, dan Sejahtera.

Makna visi di atas dapat dijelaskan
sebagai berikut.

Perumusan Penjelasan Visi

No.

POKOK-POKOK VISI
PENJELASAN VISI
1.
Watu Tiri, Bersih
Bermakna tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dan bersih berdasarkan demokratisasi, transparansi, penegakan hukum, berkeadilan, kesetaraan gender dan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.
2. Watu Tiri, Sehat Bermakna bahwa masyarakat Desa Watu Tiri yang memiliki ketangguhan jiwa-raga yang sehat dan kuat.
3.
Watu Tiri, Maju
Bermakna bahwa masyarakat Desa Watu Tiri mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, keadaan perekonomian dan kesempatan kerja lebih baik, fasilitas kesehatan, pendidikan, dan perumahan lebih baik serta mampu memberikan pelayanan yang terbaik.
4.
Watu Tiri, Damai

Bermakna bahwa pembangunan desa ditujukan untuk mewujudkan rasa aman, damai, dan tenteram dalam kehidupan masyarakat serta terjalin interaksi yang harmonis antarsesama warga Desa Watu Tiri.

5.
Watu Tiri, Sejahtera
Ditandai oleh semakin meningkatnya kualitas kehidupan yang layak dan bermartabat serta tercukupinya kebutuhan dasar manusia, seperti pangan, papan, sandang, kesehatan, pendidikan dan lapangan kerja, yang didukung infrastruktur fisik, sosial-budaya, dan iklim usaha dan kegiatan ekonomi yang sehat dan memadai.

Misi

Misi merupakan rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi.

Berdasarkan pengertian tersebut  serta dengan berlandaskan kepada makna visi Desa Watu Tiri maka ditetapkan misi Desa Watu Tiri 2019-2024 sebagaimana ditunjukkan pada tabel berikut.

Perumusan Penjelasan Misi

No.
Misi
Penjelasan Misi
1.
Meningkatkan pembangunan di bidang kesehatan untu mendorong derajat kesehatan masyarakat agar dapat bekerja optimal dan memiliki harapan hidup yang lebih panjang. Bermakna sebagai peningkatan derajat kesehatan dan mutu pelayanan kesehatan secara adil dan merata, baik keterjangkauan harga, lokasi maupun kemampuan masyarakat untuk mengaksesnya.
2.
Meningkatkan pembanguan infrastruktur yang mendukung perekonomian Desa, seperti jalan, jembatan, dan infrastruktur strategis lainnya. Bermakna tersedianya sarana dan prasarana publik baik secara kuantitas maupun kualitas guna  mempercepat proses pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kualitas layanan masyarakat.
3.
Meningkatkan pembangunan di bidang pendidikan untuk mendorong peningkatan kualitas Sumberdaya Manusia agar memiliki kecerdasan dan daya saing yang lebih baik. Bermakna sebagai peningkatan mutu pendidikan dan kualitas pelayanan perdidikan serta kuantitas dan kualitas tenaga pendidikan  guna meningkatkan kualitas sumberdaya manusia yang kompetitif dan profesional .
4.
Meningkatkan pembangunan ekonomi dengan mendorong semakin bertumbuh dan berkembangnya pembangunan di bidang perdagangan dalam arti luas, seperti ekonomi kreatif, pertanian, dan pariwisata. Bermakna sebagai peningkatan kemampuan ekonomi masyarakat, dengan mengutamakan pertumbuhan di sektor pertanian, peternakan, ekonomi kreatif, dan pariwisata   sebagai basis ekonomi masyarakat tanpa harus meninggalkan sektor-sektor yang lain.
5.
Menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), demokratis, transparan, patuh pada hukum, adil, ramah gender, dan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat
Pemerintahan yang baik menggambarkan bahwa setiap unsur aparatur pemerintah menyadari setiap tugas dan kewajibannya sebagai pelayan masyarakat sehingga di dalam setiap pribadi aparatur desa tertanam sikap jujur dan tanggungjawab, dengan memberikan pelayanan yang profesional demi memberikan pelayanan yang berkualitas pada masyarakat.

Demokratis, transparan, berkeadilan, berkesetaraan gender, patuh pada hokum bermakna bahwa proses penyusunan kebijakan serta perencanaan pembangunan dilaksanakan dengan demokratis, diikuti pelaksanaannya yang transparan/ terbuka, peka terhadap kebutuhan masyarakat, memberikan perlakuan dan pelayanan yang sama kualitasnya kepada masyarakat tanpa membedakan jenis kelamin dan latar belakang ekonomi serta berpegang pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.
6.
Mengupayakan pelestarian sumberdaya alam untuk memenuhi kebutuhan dan pemerataan pembanguan guna meningkatkan perekonomian . Bermakna sebagai terwujudnya kesejahteraan seluruh masyarakat dengan memanfaatkan, mengelola, mengoptimalkan sumberdaya alam yang tersedia dengan tetap memerhatikan kelestarian dan keberlanjutannya.