UNIT BISNIS BUMDES

  • BUM Desa dapat menjalankan bisnis sosial (social business) sederhana   yang memberikan
  • pelayanan umum (serving) kepada masyarakat dengan memperoleh keuntungan finansial.
  • Unit usaha dalam BUM Desa dapat  memanfaatkan sumber daya lokal dan teknologi tepat guna meliputi:
  1. air minum desa;
  2. usaha listrik desa;
  3. lumbung pangan;
  4. sumber daya lokal dan teknologi tepat guna lainnya; dan
  5. kegiatan perekonomian lainnya yang dibutuhkan oleh masyarakat dan  mampu meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat.
  • BUM Desa dapat menjalankan bisnis penyewaan (renting) barang untukmelayani kebutuhan masyarakat Desa untuk memperoleh Pendapatan Asli    Desa.
  • Unit usaha dalam BUM Desa kegiatan usaha penyewaan meliputi:
    1. alat transportasi;
    2. perkakas pesta;
    3. gedung pertemuan;
    4. rumah toko;
    5. tanah milik BUM Desa;
    6. barang sewaan lainnya.
  • BUM Desa dapat menjalankan usaha perantara (brokering) yang memberikan jasa pelayanan kepada warga.
  • Unit usaha dalam BUM Desa dapat menjalankan kegiatan usaha perantara yang meliputi :
    1. jasa pembayaran listrik;
    2. pasar Desa untuk memasarkan produk yang dihasilkan  masyarakat; dan
    3. jasa pelayanan lainnya.
  • BUM Desa dapat menjalankan bisnis keuangan (financial business)  yang  memenuhi kebutuhan-kebutuhan usaha skala mikro yang dijalankan oleh pelaku usaha ekonomi Desa.
  • Unit usaha BUM Desa sebagaimana dapat memberikan akses kredit dan pinjaman yang mudah diakses oleh masyarakat Desa.
  • BUM Desa dapat menjalankan usaha bersama (holding) sebagai induk dari unit-unit usaha yang dikembangkan masyarakat Desa baik dalam skala lokal   Desa maupun kawasan perdesaan.
  • Unit-unit usaha dapat berdiri sendiri   yang diatur dan dikelola secara sinergis oleh BUM Desa agar tumbuh menjadi usaha bersama.
  • Unit usaha dalam BUM Desa dapat  menjalankan kegiatan usaha bersama meliputi:
  1. pengembangan kapal desa berskala besar untuk mengorganisasi nelayan  kecil agar usahanya  menjadi lebih ekspansif;   
  2. desa wisata yang mengorganisir rangkaian jenis usaha dari kelompok Masyarakat; dan
  3. desa wisata yang mengorganisir rangkaian jenis usaha dari kelompok Masyarakat; dan
  4. kegiatan usaha bersama yang mengkonsolidasikan jenis usaha lokal lainnya.