KADER PEMBEDAYAAN MASYARAKAT

Upaya Pemberdayaan Masyarakat merupakan gerakan yang bercirikan “dari, oleh, untuk masyarakat” (DOUM). Gerakan dari, oleh, untuk masyarakat dapat terjadi apabila ada warga menjadi pelopor atau penggerak. Oleh sebab itu di masing – masing Desa harus ada kader yang disebut dengan Kader Pemberdayaan Masyarakat. Peran Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM) secara umum menjadi fasilitatior dalam proses pemberdayaan masyarakat. Adapun pokok-pokok peran Kader Pemberdayaan Masyarakat adalah sebagai berikut :

  1. Pelopor, yaitu yang merintis atau melopori gagasan-gagasan kegiatan pemberdayaan masyarakat.
  2. Penggerak, yaitu yang memotivasi, mendorong dan menggerakkan partisipasi, swadaya dan gotong royong masyarakat untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat.
  3. Pembimbing, yaitu yang memfasilitasi, membelajarkan, memberi masukan atau mendampingi kelompok sasaran kegiatan pemberdayaan masyarakat.
  4. Perencana, yaitu memproses perencanaan kegiatan secara partisipatif, mulai dari masalah kebutuhan, prioritas dan rencana kegiatan pemberdayaan masyarakat.
  5. Perantara, yaitu yang menghubung-hubungkan antara berbagai kepentingan atau antara kebutuhan dengan sumber daya untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat.
  6. Pelaksana, yaitu melaksanakan hal-hal teknis dalam pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang belum dapat dilakukan oleh warga masyarakat.
  7. Pembaharu, yaitu memperbaiki atau memperbaharui kegiatan pemberdayaan masyarakat ke arah lebih baik atau lebih unggul.

Dari peran KPM tersebut di atas maka peran KPM dalam perencanaan pembangunan Desa dapat sebagai :

  1. Pencari Data.
  2. Narasumber.
  3. Pemandu proses perencanaan.
  4. Mediator